Sabtu, 15 Oktober 2011

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT

UNICEF melansir 26 persen populasi Indonesia masih buang air besar di alam terbuka.
UNICEF, badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk perlindungan anak, melansir hasil survei yang menemukan Indonesia bersama India dan China adalah juara-juara dunia untuk buang air besar di tempat terbuka. Indonesia bersama China berada di posisi dua dunia.
Di posisi nomor satu adalah India. UNICEF melansir, 58 persen dari populasi dunia yang buang air besar di alam terbuka berada di India. China dan Indonesia dinyatakan masing-masing memiliki 5 persen warganya yang masih membuang hajat di alam terbuka. Pakistan menempati posisi nomor tiga bersama Ethiopia, masing-masing 4,5 persen. Total, menurut data UNICEF/WHO pada 2010, 1,1 miliar orang di dunia masih buang air besar di alam terbuka.
Menteri Pembangunan Pedesaan India Jairam Ramesh menyatakan data ini memalukan negerinya. “Kami harus membuat program sanitasi sebagai sebuah kampanye politik seperti yang telah dilakukan Gandhi,” katanya kepada The Times of India.
Kampanye politik untuk memberantas kebiasaan buang hajat besar di alam terbuka ini dilansir India pada 2 Oktober, hari kelahiran Mahatma Gandhi, Bapak Bangsa India.
Besarnya persentase penduduk yang berak di alam terbuka didorong oleh besarnya populasi India. Indonesia, yang “hanya” menyumbang angka 5 persen orang yang buang air besar di alam terbuka sedunia, secara nasional angka itu merefleksikan 26 persen populasi penduduk. Ethiopia lebih besar lagi, mencapai 60 persen penduduknya.
Berikut data WHO/ UNICEF soal ini:
  • Berak di alam terbuka terus menurun. Angkanya menyusut dari 25 persen populasi dunia di tahun 1990 ke 17 persen di 2008;
  • Tahun 2010, 1,1 miliar orang masih buang air besar di alam terbuka. Tujuh negara yakni India, Indonesia, China, Ethiopia, Pakistan, Nigeria, Sudan, Nepal, Brazil, Niger dan Bangladesh menjadi rumah dari 81 persen yang buang air besar di alam terbuka itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar